Sensasi Jepang di tepian Lapangan Tugu

Kisah cinta dinegeri Jepang yang berakhir dalam ikatan pernikahan , membawa seorang Kumiko , sapaan wanita asli Jepang ini meninggalkan tanah kelahirannya untuk menetap di Indonesia. Menikah dengan seorang akademisi asal Aceh, kini Kumiko mengikuti suami nya dan menetap di Banda Aceh. Berbekal kemampuan dalam membuat sajian kuliner Jepang , Kumiko merintis usaha jajanan Jepang di halaman rumahnya yang terletak disamping Lapangan Tugu kampus Unsyiah.

DSC_0179

Kumiko, wanita berdarah Osaka (Jepang)

Belum ada penamaan khusus untuk warung jajanan Jepang ini , pada etalase gerobak nya hanya bertuliskan Takoyaki dan Okonomiyaki yang merupakan nama jajanan yang umum dijumpai pada jalanan di setiap sudut di Jepang. Awalnya Kumiko mengelola warung ini hanya dibantu oleh seorang pekerja , namun seiring waktu berjalan warung semakin ramai dikunjungi oleh kalangan mahasiswa sehingga jumlah pekerja kini berjumlah 6 orang , Awesome !!

DSC_0181

warung Takoyaki Kumiko-san di samping Lapangan Tugu Unsyiah

Kreatif ! predikat yang tepat diberikan kepada Kumiko , dari awal berdiri hanya sebuah etalase sederhana yang diletakkan didepan taman rumah, kini warung Kumiko menjelma menjadi warung Jepang yang unik . Keunikan tersebut terlihat pada desain tempat yang dipermak sedemikian rupa menyerupai tempat bersantai ala Jepang, dan itu semua dilakukan dengan pekerjaan tangan oleh Kumiko yang dibantu suaminya.

DSC_0160

DSC_0159

DSC_0161

Peralatan memasak yang digunakan langsung didatangkan dari Jepang , dan berdasarkan pantauan saya Kumiko cukup lihai dalam mlatih pekerjanya hingga mereka cukup ahli memasak jajanan ini . Sajian makanan dan minuman seperti Kakigori , Takoyaki, Okonomiyaki , Norimaki Zushi, dan lainnya tersaji dari dapur sederhana ini.

DSC_0164

DSC_0166

Sore itu , saya berjalan kesana kemari tanpa arah untuk mencari angin Β . Saya menuju ke warung Kumiko setelah mengetahui adanya salah satu teman yang sedang bersantai disana, saya memesan Okonomiyaki dan Kakigori untuk menemani santai sore .

DSC_0175

Okonomiyaki , martabak Kol khas Jepang

DSC_0170

Kakigori green tea , es serut kacang merah yang suegerrr

Hijau , asri dan ekonomis adalah kesan yang saya dapatkan disini , warung Kumiko buka senin – sabtu pada pukul 10.00 – 18.30 Wib. Siang hingga sore biasanya warung ini ramai dikunjungi oleh mahasiswa , dengan 5.000 – 15.000 anda bisa menikmati makan dan minum di warung Jepang ini . Bagaikan menemukan oase di akhir bulan .. celetuk salah seorang teman saya πŸ˜€

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

16 thoughts on “Sensasi Jepang di tepian Lapangan Tugu

  1. wah akhirnya nulis juga tentang ini.. πŸ™‚
    ini tempatnya enak bgt…

    gan kalo bisa semua foto dikasih captionnya πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s